Memahami Arti di Balik Frasa Arab yang Sering Terdengar

Apa yang sebenarnya dikatakan frasa seperti inshallah, mashallah, dan alhamdulillah, bagaimana pemakaiannya dalam percakapan biasa, dan mengapa arti harfiah hanya separuh ceritanya.

Percakapan bahasa Arab penuh dengan frasa baku, dan sebagian besar berarti dua hal sekaligus: apa yang secara harfiah dikatakan kata-katanya, dan apa yang sebenarnya dilakukan dengan mengucapkannya. Menerjemahkan yang pertama saja adalah cara paling cepat berakhir dengan buku frasa yang membuat Anda terdengar aneh.

Halaman ini mengambil frasa-frasa yang paling sering ditanyakan orang dan memisahkan keduanya.

Arti harfiah tidak sama dengan pemakaian

Ambil الحمد للهalhamdulillah. Secara harfiah: “segala puji bagi Allah”. Tetapi kalau seseorang menanyakan kabar Anda dan Anda menjawab dengan frasa itu, yang Anda sampaikan lebih dekat ke “saya baik-baik saja, terima kasih”.

Kedua pembacaan itu benar. Yang harfiah memberi tahu dari mana frasa itu berasal; yang kedua memberi tahu apa yang sedang dilakukannya di dalam kalimat. Bahasa Indonesia bekerja dengan cara yang sama — selamat tinggal pada dasarnya adalah doa agar orang yang ditinggal tetap selamat, dan tidak ada yang mendengarnya begitu.

Jadi untuk setiap frasa di bawah ini: apa yang dikatakannya, dan apa yang dilakukannya.

Frasa yang paling sering ditanyakan

إن شاء اللهinshallah Secara harfiah “jika Allah menghendaki”. Dipakai untuk apa pun yang diniatkan atau diharapkan: sebuah rencana, sebuah janji, sebuah “sampai jumpa besok”. Frasa ini menandai bahwa masa depan tidak sepenuhnya berada di tangan si pembicara, dan dalam pemakaian sehari-hari ia terasa wajar pada hampir semua kalimat yang menatap ke depan.

ما شاء اللهmashallah Secara harfiah “apa yang Allah kehendaki”. Diucapkan saat mengagumi sesuatu yang baik — anak seseorang, rumahnya, sebuah pencapaian. Di banyak komunitas, frasa ini terasa sebagai hal yang sewajarnya diucapkan berbarengan dengan pujian, dan pujian tanpa itu bisa terasa belum lengkap. Pemakaian dan rasa yang melekat padanya berbeda-beda menurut daerah dan keluarga.

الحمد للهalhamdulillah Secara harfiah “segala puji bagi Allah”. Dipakai setelah sesuatu berjalan baik, dan sebagai jawaban baku untuk pertanyaan apa kabar — sering disusul أنا بخير, ana bi-khayr, “saya baik-baik saja”.

بسم اللهbismillah Secara harfiah “dengan nama Allah”. Diucapkan di awal sesuatu: sebuah santapan, sebuah pekerjaan, sebuah perjalanan, saat membuka pintu. Ia menandai permulaan.

بارك الله فيكbarak Allah fik Secara harfiah “semoga Allah memberkahimu”. Dipakai untuk berterima kasih dengan hangat, dan sebagai balasan ketika seseorang mengucapkan selamat kepada Anda.

سبحان اللهsubhanallah Secara harfiah “Mahasuci Allah”. Ungkapan kekaguman — pada sesuatu yang indah, mengejutkan, atau memukau.

Frasa yang datang berpasangan

Sebagian besar percakapan bahasa Arab berupa sapaan-dan-balasan, dan balasannya biasanya sudah baku, bukan dikarang sendiri:

Ada yang mengucapkanJawaban yang lazimArti jawabannya
السلام عليكموعليكم السلامSalam yang dikembalikan, dicerminkan
صباح الخيرصباح النور”Pagi yang bercahaya” menjawab “pagi yang penuh kebaikan”
شكراًعفواًKurang lebih “sama-sama”
ألف مبروكبارك الله فيكMendoakan balik orang yang mengucapkan selamat

Pasangan sapaan pagi adalah contoh bagus cara kerjanya. صباح الخير mendoakan Anda pagi yang penuh kebaikan, dan صباح النور membalasnya dengan pagi yang penuh cahaya — balasannya dibangun untuk menggemakan sekaligus melampaui sapaannya, bukan sekadar mengulanginya. Balasan dalam bahasa Arab membahas lebih banyak pasangan seperti ini.

Mengapa ragam pemakaian lebih penting daripada terjemahannya

Mengetahui arti sebuah frasa tidak memberi tahu Anda apakah frasa itu pas dipakai. Ada frasa yang hangat dan penuh kasih — صباح الورد, “pagi yang penuh mawar”, untuk orang yang sudah akrab dengan Anda. Ada yang berlaku universal — السلام عليكم cocok di mana saja dengan siapa saja. Ada pula yang terikat pada satu momen tertentu dan terdengar janggal di luar momen itu.

Karena itulah halaman pustaka frasa menyertakan situasi dan tingkat keformalan di samping artinya. Membaca kapan sebuah frasa dipakai jauh lebih berguna secara praktis daripada membaca arti terjemahannya.

Catatan tentang halaman ini

Ini adalah alat untuk mengetik dan mendesain, dan yang Anda baca di sini adalah gambaran tentang bagaimana frasa-frasa itu dipakai — bukan ketentuan tentang kapan frasa itu semestinya dipakai. Frasa dan kebiasaan berbeda-beda menurut daerah dan komunitas, jadi pilihlah kata yang terasa pas untuk konteks Anda, dan ikutilah kebiasaan orang-orang yang Anda tuju ketimbang uraian umum mana pun.

Langkah berikutnya

Buka pustaka frasa dan baca satu halaman frasa selengkapnya — artinya, situasinya, dan balasannya sekaligus. Ketika Anda hendak memakai salah satunya, frasa Arab untuk pesan harian adalah pendamping praktis halaman ini.

Artikel terkait